Rabu, 11 Desember 2013

ANALISA KEMISKINAN


ANALISA KEMISKINAN
a.      Definisi Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan yang terjadi dimana seseorang kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum. Menurut Nasikun (1995), kondisi yang sesungguhnya harus dipahami mengenai kemiskinan.
Kemiskian selalu menjadi suatu hal untuk ketidaksemangatan dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan. Sehingga perkembangan pemikiran dan wawasan menjadi minim. Selanjutnya merembet kepada kwalitas hidup staknan tak bermoral, sering mengintrogasi hak orang lain.
Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Dalam masyarakat moden, kemisikinan biasanya di samakan dengan masalah kekurangan uang. Kemiskinan juga dapat dibedakan menjadi tiga pengertian, yaitu : 
Ø  Kemiskinan relative.
Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.
Ø  Kemiskinan cultural.
Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.
Ø  Kemiskinan absolute.
Kemiskinan Absolut adalah sejumlah penduduk yang tidak mampu mendapatkan sumberdaya yang cukup untuk memenuhi kebutuha dasar. Mereka hidup dibawah tingkat pendapatan minimum atau dibawah garis kemiskinan internasional. Menurut  Ginanjar (1997), kemiskinan absolu.
Ø  Kemiskinan Turunan.
Kemiskinan ini merupakan warisan yang sangat menyakitkan, isa dibilang kemalasan orang tua diwariskan. Tak jarang memunculkan generasi bangsa amburadul, meresahkan lingkungan dan tak bermoral.
“Kondisi kemiskinan yang terburuk yang diukur dari tingkat kemampuan keluarga untuk membiayai kebutuhan yang paling minimal untuk dapat hidup sesuai dengan martabat hidup sesuai dengan martabat kemanusiaan”
b.      Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan
Di dalam suatu negara, pastilah terdapat tantangan besar di dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu tantangan tersebut adalah kemiskinan. Di Indonesia sendiri, terdapat begitu banyak masyarakat yang terjerat dalam kemiskinan. Hal ini tentu saja tidak di inginkan oleh masyarakat Indonesia. Semua akibat tentunya terdapat sebabnya. Seperti kemiskinan ini, tidak terjadi begitu saja. Namun, hal ini terjadi mungkin dikarenakan faktor-faktor dalam masyarakat itu sendiri.
Kemiskinan sendiri mempunyai arti suatu keadaan di mana seseorang itu kekurangan bahan-bahan keperluan hidup. Dari pengertian tersebut, dapat kita analisis sebab atau faktor-faktor yang menjadi penyebab kemiskinan tersebut. Faktor-faktor yang menjadi penyebab kemiskinan antara lain :
Ø  Tingkat pendidikan masyarakat yang rata-rata rendah.
Ø  Cara berpikir yang masih tradisional
Ø  Kurang suka kepada hal-hal baru.
Ø  Mentalitas yang kurang baik untuk selalu di asah.
Ø  Lingkungannya yang tidak mendukung.
Ø  Tidak sesuatu untuk di andalkan.
Ø  Rendahnya kinerja suatu daerah.
Ø  Kondisi kesetabilan politik tidak mendukung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar